Senin, 10 Juni 2013

(Pancasila) Program Militan





Nasionalisasi pertambangan dan sektor industri besar
Gas, minyak, dan tambang mineral harus ada di tangan negara dimana perencanaan industri tambang migas diletakkan di bawah kontrol buruh secara demokratis. Nasionalisasi sektor-sektor industri yang menguasai hajat hidup orang banyak. Semua industri nasional dijalankan di bawah kontrol dan manajemen buruh dan diintegrasikan ke dalam ekonomi terencana yang demokratis.



Kebebasan berserikat dan mogok
Tolak semua undang-undang anti-buruh yang mengekang kebebasan berserikat rakyat pekerja. Hentikan intimidasi terhadap buruh yang berserikat atau yang ingin berserikat.

Kepastian kerja untuk semua rakyat dan upah layak untuk penghidupan
Ciptakan pekerjaan untuk semua rakyat. Setiap orang berhak mendapatkan pekerjaan yang layak dengan jaminan sosial penuh, status kerja tetap yang aman dan bukan status kerja kontrak, perlindungan dari pemecatan sewenang-wenang, dan jaminan atas upah layak untuk penghidupan. Kurangi jam kerja menjadi 35-jam kerja tanpa pemotongan gaji. Pensiun sukarela pada umur 55 tahun dengan uang pensiun yang layak untuk penghidupan.

Rumah untuk semua rakyat
Rumah yang sehat, bersih, dan layak harus disediakan kepada setiap penduduk Indonesia. Hentikan dengan segera segala bentuk penggusuran terhadap rakyat miskin. Segera mulai proyek pembangunan perumahan sosial secara nasional untuk rakyat miskin.



Pelayanan kesehatan gratis dan bermutu untuk semua rakyat
Hentikan privatisasi jasa pelayanan kesehatan. Bentuk sistem pelayanan kesehatan nasional yang gratis dan bermutu untuk semua penduduk Indonesia tanpa memandang perbedaan status sosial dan ekonomi. Setiap orang harus mendapatkan asuransi kesehatan penuh dari negara.



Pendidikan gratis bermutu
Investasi masif untuk pendidikan nasional. Sediakan pendidikan yang sepenuhnya gratis dari tingkat kanak-kanak hingga perguruan tinggi, dengan bantuan beasiswa untuk biaya hidup pelajar. Hentikan privatisasi sekolah dan perguruan tinggi.



Program sosial untuk kaum miskin kota dan anak jalanan
Hentikan dengan segera penangkapan dan tindak kekerasan terhadap kaum miskin kota dan anak jalanan. Ciptakan program sosial untuk memperbaiki kehidupan kaum miskin kota dan anak jalanan dengan program pendidikan, perumahan, pelatihan tenaga kerja, penyediaan lapangan kerja, dan bimbingan sosial.

Perlindungan Lingkungan Hidup
Bangun sistem transportasi publik yang gratis dan bersih. Hentikan penambangan dan penembangan kayu ilegal. Sistem ekonomi profit harus diganti dengan sistem ekonomi berdasarkan kebutuhan manusia yang menghormati lingkungan hidup. Hanya dengan perencanaan ekonomi secara sosialis maka kelestarian lingkungan hidup dapat terjaga.

Persamaan gender
Upah sama untuk kerja yang sama. Lawan semua bentuk diskriminasi terhadap perempuan di tempat kerja, lingkungan tempat tinggal, sekolah, dan keluarga. Bebaskan perempuan dari kungkungan rumahtangga dengan menyediakan pelayanan penitipan anak gratis, cuti hamil 18 bulan yang dibayar penuh dengan jaminan kembali kerja.



Akhiri semua bentuk diskriminasi
Lawan diskriminasi ras, agama, suku, gender, dan seks. Persatuan rakyat pekerja adalah satu-satunya cara untuk melawan diskriminasi.

Federasi Dunia Sosialis
Buruh sedunia bersatulah! Bentuk Federasi Asia Tenggara Sosialis sebagai bagian dari Federasi Asia Sosialis, untuk menuju Federasi Dunia Sosialis.


Dalam artikelnya berjudul “Demokrasi Politik dan Demokrasi Ekonomi,” yang dimuat di Fikiran Ra’jat tahun 1932, Bung Karno mendefenisikan sosio-nasionalisme sebagai nasionalisme massa-rakyat, yaitu nasionalisme yang mencari selamatnya massa-rakyat.

Sosio-nasionalisme, menurut Bung Karno, akan menjadi menghilangkan kepincangan di dalam masyarakat, sehingga tidak ada lagi penindasan, tidak ada lagi kaum yang celaka, dan tidak ada lagi kaum yang papa-sengsara. Karena itu, Bung Karno menegaskan, sosio-nasionalisme menolak borjuisme (kapitalisme) yang menjadi penyebab kepincangan di dalam masyarakat itu.



Selain itu, dalam pidato 1 Juni 1945, Bung Karno mengatakan, “jika yang lima saya peras menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan Gotong-Royong.”

Menurutnya, negara Indonesia yang didirikan haruslah negara yang gotong-royong, yaitu pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat semua, keringat semua buat semua.

Artinya jelas: semua bekerja bersama-sama, membanting tulang bersama-sama, dan hasilnya untuk bersama-sama. Itu kan hampir sama dengan prinsip sosialisme Indonesia: sama rasa, sama rata. Artinya jelas: Pancasila itu anti segala bentuk penghisapan dan penindasan. Ya,Pancasila memang kiri!

Dengan demikian, Pancasila sebagai dasar negara atau “Weltanschauung” (pandangan hidup) bermakna memastikan perjalanan bangsa Indonesia tetap di jalur kiri, yakni anti-penghisapan dan penindasan. Proses penyelenggaraan negara harus berdasarkan Pancasila. Artinya, semua produk kebijakan negara harus bersifat anti-eksploitasi dan penghisapan.

Artinya, kalau ada organisasi atau lembaga negara yang melarang pemikiran atau organisasi kiri menggunakan Pancasila, berarti mereka telah menyelewengkan Pancasila yang dipidatokan oleh Bung Karno tanggal 1 Juni 1945.


(militanindonesia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar